LIVE NEWSROOM 13.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%Polres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic CenterEvi Juliana SE MM Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pimpin Kader Menuju KemenanganKembangkan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru di Rumah Warga Kunto Darussalam

Pangkalan Militer AS di Irak Diserang 7 Roket, Bakal Perang?

Pangkalan Militer AS di Irak Diserang 7 Roket, Bakal Perang?
Foto: Roket Katyusha (Wikipedia)

Handalnews Riau, Jakarta - Sebanyak tujuh roket diluncurkan dengan target pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di utara Baghdad, Irak. Namun ketujuh roket tersebut tidak berhasil mengenai area vital di pangkalan itu. Lima roket dikabarkan jatuh di desa di wilayah Diyala, yang merupakan provinsi tetangga dari pangkalan itu.

Meski begitu, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan. Belum ada juga pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Insiden yang terjadi pada Senin (15/3/2021) lalu ini menjadi serangan terbaru dari serangkaian serangan yang secara rutin dialamatkan AS pada faksi-faksi terkait Iran. Tercatat ada beberapa serangan serupa dalam beberapa pekan terakhir yang menargetkan lokasi pasukan AS.

Pada 3 Maret, seorang sub-kontraktor Amerika tewas dalam serangan serupa terhadap pangkalan udara lain, Ain Al-Assad, di gurun barat Irak. Itu terjadi beberapa hari setelah AS membom sebuah depot perbatasan di negara tetangga Suriah, yang diyakini Pentagon digunakan milisi pro Iran.

Presiden AS Joe Biden menggambarkan serangan 25 Februari itu sebagai peringatan bagi Iran. Bahkan Washington siap berhadapan dengan siapapun, termasuk pihak Teheran, untuk melindungi kepentingan mereka di wilayah itu.

"Apa yang mereka [Iran] harus ambil dari ini, sekali lagi, adalah bahwa kami akan mempertahankan pasukan kami dan tanggapan kami akan bijaksana. Ini akan sesuai," ucap Menteri Pertahanan Lloyd Austin. "Kami berharap mereka akan memilih untuk melakukan hal yang benar."

Sebelumnya, beberapa faksi-faksi kecil mulai muncul di Irak. Tahun lalu kelompok seperti itu pasti mengklaim serangan roket yang muncul.

Pejabat keamanan AS dan Irak mengatakan bahwa mereka yakin faksi-faksi kecil ini adalah kelompok garis depan dan mewakili faksi pro-Iran terkemuka. Termasuk Kataeb Hezbollah dan Asaib Ahl al-Haq.

Kelompok tersebut diketahui sangat menentang koalisi pimpinan AS yang ditempatkan di Irak sejak 2014. AS sebelumnya menempatkan pasukan untuk membantu lokal memukul balik kelompok ISIS. (***)

Sumber: www.cnbcindonesia.com