LIVE NEWSROOM 05.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Polres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan Hulu

Rusia: Presiden Ukraina Sangat Ingin Picu Perang Nuklir

Rusia: Presiden Ukraina Sangat Ingin Picu Perang Nuklir
Pemandangan dari drone menunjukkan lokasi serangan roket Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina, Jumat, 30 September 2022. Foto: (Ukrainian Police Press Office via AP)

Pemerintah Rusia menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sangat berkeinginan memicu perang nuklir dunia. Moskow menyebut Zelensky telah menghasut Barat untuk memulai perang yang akan meluluhlantakkan dunia.

"Biarkan saya mengingat kutipan Zelensky dari pesan daringnya kepada audiens Barat. Apakah Anda ingat apa yang dia katakan? Tidak ada gunanya menunggu. Serangan pertama harus dilakukan terhadap Rusia. Dia meminta NATO untuk melakukan serangan pertama semacam itu (nuklir)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis (27/10), dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Menurut dia, jika Zelensky gagal meyakinkan Barat untuk memulai perang nuklir dan Barat tidak melanjutkan dukungan untuk Ukraina, Kiev akan mengaktifkan Rencana B. Terkait hal itu, Zakharova memperkirakan, Ukraina akan mulai mengerahkan serangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia seperti yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Zakharova mengatakan, pengeboman PLTN Zaporizhzhia akan membawa dunia ke ambang bencana nuklir. Dia yakin Zelensky membutuhkan dalih.

“Rusia berhasil menggagalkan upayanya (Zelensky) menciptakan dalih semacam itu di PLTN Zaporizhzhia, sehingga kini Kiev telah melanjutkan ke tahap berikutnya dari logika destruktif ekstremisnya, ancaman ‘bom kotor’,” ucapnya.

Rusia memang telah menuduh Ukraina memerintahkan dua organisasi untuk membuat bom kotor atau dirty bomb, yaitu alat peledak yang dicampur bahan radioaktif. Namun Kiev membantah tudingan tersebut.

Konflik Rusia-Ukraina sudah berlangsung selama delapan bulan. Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua negara akan merundingkan gencatan senjata atau kesepakatan damai.