LIVE NEWSROOM 16.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Sigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic Center

Jika China Bantu Rusia, Zelensky Yakinkan Perang Dunia III Bakal Pecah

Jika China Bantu Rusia, Zelensky Yakinkan Perang Dunia III Bakal Pecah
Volodymyr Zelensky

HandalNews Riau, Jakarta - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa perang dunia dapat pecah jika China mendukung Rusia dalam invasi ke negaranya. Pernyataan itu disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan suratkabar terkemuka Italia, Corriere della Sera. 

Dalam suratkabar yang terbit pada Minggu (19/2), Zelensky menyatakan bahwa China sangat menyadari posisi mereka saat ini. Zelensky juga punya pandangan sendiri soal kecurigaan China memberi bantuan kepada Rusia saat menginvasi Ukraina. 

"Harapan saya adalah bahwa Beijing akan mempertahankan sikap pragmatis, jika tidak, Anda mengambil risiko Perang Dunia III, saya pikir mereka sangat menyadarinya," kata Zelensky dalam sebuah wawancara dengan Corriere della Sera yang dikutip CNN Indonesia. 

Zelensky secara pribadi mengimbau para pengambil kebijakan di China untuk tidak menawarkan dukungan apa pun kepada Rusia selama perang dengan Ukraina berlangsung. 

"Sejak awal 1990-an, di Memorandum Budapest dan untuk semua kesepakatan yang dicapai sejak saat itu, China selalu menjaga komitmennya. Saya pribadi berharap komunitas internasional akan bergabung bersama untuk mendukung 10 poin rencana perdamaian saya, di mana ad jaminan Amerika Serikat, China, dan kekuatan utama untuk mempertahankan keamanan dunia," jelas Zelensky kepada surat kabar itu. 

Zelensky terang-terangan menyebut bahwa hubungan Ukraina dengan China selalu "sangat baik". Dia ingin hal itu tetap terjadi demi kepentingan banyak orang di dunia. 

"Kami telah memiliki hubungan ekonomi yang intens selama bertahun-tahun, dan demi kepentingan semua orang, hubungan itu tidak berubah. Tantangan global adalah menggagalkan setiap risiko konflik nuklir," ungkapnya. 

Pada Minggu (19/2), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada program CBS "Face the Nation" bahwa Washington khawatir China sedang mempertimbangkan untuk memberikan "dukungan mematikan" untuk perang Rusia di Ukraina. 

Presiden AS, Joe Biden, secara mendadak melakukan kunjungan mengejutkan ke Kiev, Ukraina pada Senin (20/2), jelang peringatan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina. Dalam kunjungan itu, Biden menjanjikan bantuan kepada Ukraina selama perang dengan Rusia. *(Red)