LIVE NEWSROOM 15.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic CenterEvi Juliana SE MM Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pimpin Kader Menuju Kemenangan

DPRD Inhil Minta Polisi Berlaku Adil Tangani Kasus Penyelundupan

DPRD Inhil Minta Polisi Berlaku Adil Tangani Kasus Penyelundupan
Edi Haryanto

HandalNews Raiu, Tembilahan - Pimpinan Komisi III DPRD Indragiri Hilir, Edy Sindrang meminta kepolisian berlaku adil dalam menegakkan hukum soal kematian Haji Jumhan atau Haji Permata. Dia berharap, aparat penegak hukum menertibkan penyelundup lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau secara adil. Sebab usai kematian Haji Permata, ada aktivitas penyelundupan di Inhil.

"Dari informasi yang kita terima ada pemain-pemain (penyelundupan) lain yang beraksi di Inhil. Kalau memang ada, maka mari kita sama-sama kita tegakkan hukum dan membuat hukum sebagai panglima," kata Edy, Rabu (3/2/21).

Edy menyayangkan, belum sampai 40 hari tewasnya Haji Permata di tangan petugas Bea Cukai, sudah terdengar informasi adanya aksi penyelundupan dari pihak lain. Namun Edy tidak mengetahui nama pelaku penyelundup itu secara pasti.

Edy sebagai penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Inhil itu meminta agar polisi segera menertibkan pelaku penyelundup lainnya yang masih berkeliaran. Saat disinggung apakah penyelundup itu berinisial Ts, Edy tidak mengetahui persis namanya.

"Saya tidak tahu namanya. Belum selesai 40 hari almarhum sudah lagi ada informasi penyelundup yang bermain. Kita kan menjaga marwah KKSS. Jangan sampai adanya hal ini menyebabkan proses penyidikan petugas terhambat," jelasnya.

Edy yakin polisi menuntaskan kasus kematian Haji Permata yang diduga dilakukan aparat Bea Cukai saat upaya penggagalan penyelundupan rokok ilegal di Perairan Inhil. Dia sebagai perwakilan organisasi KKSS dan PAO, menyerahkan sepenuhnya kasus kematian Haji Permata ke polisi.

"Di sini pun kami organisasi Bugis telah menyerahkan kepada aparat untuk melakukan penyidikan. Kita berharap petugas melakukan penyelidikan sampai sampai tuntas kasus yang sudah dilaporkan oleh keluarga Haji Permata," kata politisi partai Golkar itu.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan mengatakan, pihaknya masih mengusut kasus tertembaknya pengusaha asal Batam, Haji Permata saat penggerebekan rokok ilegal.

Namun, pihaknya juga mendapat laporan dari Bea Cukai Tembilahan terkait penyerangan rombongan Haji Permata terhadap petugas.

"Kasusnya (kematian Haji Permata) masih berlanjut," ucap Teddy.

Polisi akan segera memanggil rombongan Haji Permata yang berada dalam kapal saat kasus penggerebekan itu. Pihak Bea Cukai turut melaporkan terkait dugaan penyerangan saat petugas menggrebek rokok ilegal.

"Sekarang kita sedang menindaklanjuti laporan Bea Cukai. Laporan tentang penyerangan dari rombongan H Permata terhadap Bea Cukai," tegas Teddy. (***)