LIVE NEWSROOM 20.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Kejar target Rampung Bupati Anton Tinjau Langsung Pekerjaan MPP RohulLapas Pasir Pangarayan Gelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama Perkuat Pembinaan Kepribadian dan Kepedulian LingkunganSurambi Nogori Wabup Rohil Bahas Masa Depan Petani Dan PeternakBupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna Jalan

Tegang dengan China, Kapal Induk AS Masuki Laut China Selatan

Tegang dengan China, Kapal Induk AS Masuki Laut China Selatan
Foto : Ilustrasi -- USS Ronald Reagan

HandalNews Riau, Washington DC - Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) memasuki perairan Laut China Selatan pekan ini, sebagai bagian dari misi rutin. Misi ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China, yang mengklaim sebagian besar perairan strategis itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/6/2021), Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kelompok kapal induk AS yang masuk ke Laut China Selatan itu dipimpin oleh USS Ronald Reagan, yang merupakan kapal induk bertenaga nuklir.

USS Ronald Reagan didampingi oleh kapal jelajah berpeluru kendali USS Shiloh dan kapal penghancur berpeluru kendali USS Halsey.

China kerap menentang misi militer AS di Laut China Selatan dengan menyatakan misi-misi itu tidak membantu mempromosikan perdamaian atau stabilitas.

Pengumuman Angkatan Laut AS itu disampaikan setelah China mengecam negara-negara G7 atas pernyataan yang mengomeli China atas berbagai isu.

"Saat berada di Laut China Selatan, kelompok serbu melakukan operasi keamanan maritim, yang mencakup operasi penerbangan dengan pesawat fixed-wing dan rotary-wing, latihan tempur maritim, dan latihan taktis terkoordinasi antara unit darat dan udara," demikian pernyataan Angkatan Laut AS.

"Operasi kapal induk di Laut China Selatan menjadi bagian dari kehadiran rutin Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik," imbuh pernyataan tersebut.

China telah meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Selatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan membangun pulau-pulau buatan dan pangkalan udara.

Laut China Selatan menjadi salah satu dari banyak titik rawan dalam hubungan sulit antara AS dan China, dengan AS menolak apa yang disebutnya sebagai klaim wilayah melanggar hukum oleh China di perairan kaya sumber daya alam tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal-kapal perang AS semakin sering berlayar melintasi Laut China Selatan, dalam aksi unjuk kekuatan untuk melawan klaim China. (***)

Sumber: news.detik.com