LIVE NEWSROOM 09.11.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Perkuat Soliditas DPC PKB Rokan Hulu Gelar Pengukuhan Pengurus dan Muskercab Masa Bakti 2026-2031Matangkan Persiapan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin RapatMalam Puncak Acara Hut Rohul Ke 27 Bupati Anton Adakan Acara Pesta Rakyat Dengan MeriahTinjau Pelayanan BPJS, Komisi V DPRD Kunjungi RSUD Rokan HuluLapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan OvercrowdingKapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi,Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik SosialMemperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu adakan acara Tabligh AkbarWarga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Secara VirtualHUT Humas Polri ke-75,Polres Rokan Hulu Gelar Donor Darah,Kumpulkan 34 Kantong Darah untuk KemanusiaanHUT Humas Polri ke-75, Polres Rohul Salurkan Bansos Berupa Sembako untuk Masyarakat Desa Koto Tinggi

Tegang dengan China, Kapal Induk AS Masuki Laut China Selatan

Tegang dengan China, Kapal Induk AS Masuki Laut China Selatan
Foto : Ilustrasi -- USS Ronald Reagan

HandalNews Riau, Washington DC - Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) memasuki perairan Laut China Selatan pekan ini, sebagai bagian dari misi rutin. Misi ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China, yang mengklaim sebagian besar perairan strategis itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/6/2021), Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kelompok kapal induk AS yang masuk ke Laut China Selatan itu dipimpin oleh USS Ronald Reagan, yang merupakan kapal induk bertenaga nuklir.

USS Ronald Reagan didampingi oleh kapal jelajah berpeluru kendali USS Shiloh dan kapal penghancur berpeluru kendali USS Halsey.

China kerap menentang misi militer AS di Laut China Selatan dengan menyatakan misi-misi itu tidak membantu mempromosikan perdamaian atau stabilitas.

Pengumuman Angkatan Laut AS itu disampaikan setelah China mengecam negara-negara G7 atas pernyataan yang mengomeli China atas berbagai isu.

"Saat berada di Laut China Selatan, kelompok serbu melakukan operasi keamanan maritim, yang mencakup operasi penerbangan dengan pesawat fixed-wing dan rotary-wing, latihan tempur maritim, dan latihan taktis terkoordinasi antara unit darat dan udara," demikian pernyataan Angkatan Laut AS.

"Operasi kapal induk di Laut China Selatan menjadi bagian dari kehadiran rutin Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik," imbuh pernyataan tersebut.

China telah meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Selatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan membangun pulau-pulau buatan dan pangkalan udara.

Laut China Selatan menjadi salah satu dari banyak titik rawan dalam hubungan sulit antara AS dan China, dengan AS menolak apa yang disebutnya sebagai klaim wilayah melanggar hukum oleh China di perairan kaya sumber daya alam tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal-kapal perang AS semakin sering berlayar melintasi Laut China Selatan, dalam aksi unjuk kekuatan untuk melawan klaim China. (***)

Sumber: news.detik.com