LIVE NEWSROOM 20.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Kejar target Rampung Bupati Anton Tinjau Langsung Pekerjaan MPP RohulLapas Pasir Pangarayan Gelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama Perkuat Pembinaan Kepribadian dan Kepedulian LingkunganSurambi Nogori Wabup Rohil Bahas Masa Depan Petani Dan PeternakBupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna Jalan

Geram, China Sampaikan Peringatan Keras ke NATO

Geram, China Sampaikan Peringatan Keras ke NATO
Foto : Bendera China

HandalNews Riau, Jakarta - Beijing menuduh NATO membesar-besarkan ancaman dari China dan "menciptakan konfrontasi" dengan negara itu. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan keras China setelah NATO mengeluarkan pernyataan bersama tentang kesepakatan untuk bekerja sama melawan tantangan yang ditimbulkan oleh kebijakan China.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (15/6/2021), para pemimpin NATO mengatakan pada Senin (14/6), bahwa mereka akan bergabung melawan "tantangan sistemik" yang ditimbulkan oleh kebijakan China.

Dalam pernyataannya, para pemimpin NATO mengatakan tindakan China yang semakin tegas dalam membangun persenjataan nuklir dan kemampuan perang antariksa dan dunia maya mengancam tatanan internasional.

Misi China untuk Eropa mengingatkan bahwa China tidak akan duduk diam jika ada pihak lain yang menimbulkan tantangan sistemik terhadapnya, dan akan mengawasi dengan cermat penyesuaian strategis NATO terhadap Cina.

Pernyataan NATO itu ditanggapi geram oleh pemerintah Beijing lewat Misi China untuk Uni Eropa. Dalam pernyataannya, Misi China untuk Eropa menyerukan NATO untuk "melihat perkembangan China secara rasional, berhenti melebih-lebihkan berbagai bentuk 'teori ancaman China' dan tidak menggunakan kepentingan sah dan hak legal China sebagai alasan untuk memanipulasi kelompok-kelompok politik, sementara secara artifisial menciptakan konfrontasi".

"Kami akan dengan teguh membela kedaulatan dan kepentingan pembangunan kami, dan terus mengawasi penyesuaian dan kebijakan strategis NATO terhadap China," kata misi China tersebut.

Disebutkan bahwa China tidak akan menimbulkan "tantangan sistemik" apa pun pada orang lain, tetapi tidak akan duduk diam dalam menghadapi tantangan sistemik apa pun.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan sekutu akan berusaha untuk bekerja sama dengan China dalam masalah global seperti perubahan iklim. Namun, dia juga mengecam sikap Beijing yang semakin keras pada masalah-masalah lain. (***)

Sumber: news.detik.com