LIVE NEWSROOM 31.08.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan HuluPenurunan Bendera Merah Putih di HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesSPRI Rokan Hulu Berbagi di Dua Panti Asuhan, Semarakkan HUT RI ke-81 dengan KepedulianRapat Anggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan Bahas Agenda Kemajuan KoperasiKakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Lapas Pasir Pangarayan, Tekankan Disiplin dan Zero HALINARLapas Pasir Pangarayan Tegaskan Komitmen Berantas Pelanggaran, Bantah Dugaan Praktik Ilegal

Malaysia Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Usia 12 Tahun ke Atas

Malaysia Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Usia 12 Tahun ke Atas
Foto : Ilustrasi

HandalNews Riau, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk usia 12 tahun ke atas. Malaysia juga menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin virus Corona (COVID-19) buatan CanSino dan Johnson & Johnson.

Seperti dilansir The Star, Selasa (15/6/2021), Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, mengumumkan bahwa Otoritas Pengendalian Obat-obatan Malaysia (DCA) telah memberikan persetujuan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk usia 12 tahun ke atas.

Meskipun ada persetujuan tambahan itu, Dr Noor Hisham menyatakan prioritas masih akan diberikan kepada kelompok berisiko tinggi sesuai dengan Program Imunisasi COVID-19 Nasional.

Dr Adham menuturkan bahwa sejauh ini baru Pfizer yang mengajukan permintaan izin untuk penggunaan vaksinnya pada anak-anak.Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Adham Baba, sebelumnya menyatakan bahwa anak-anak berusia 12-17 tahun diharapkan akan disertakan dalam fase kelima program vaksinasi nasional, yang kemungkinan akan dimulai pada Agustus mendatang.

Saat ini, vaksin Corona yang tersedia di Malaysia hanya bisa diberikan kepada orang-orang berusia 18 tahun ke atas, seperti diregulasi oleh Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA).

Dalam pernyataannya, Dr Noor Hisham juga mengumumkan bahwa otoritas Malaysia telah mengabulkan pendaftaran bersyarat untuk penggunaan darurat vaksin CanSino dan vaksin Johnson & Johnson, yang sama-sama hanya membutuhkan satu dosis suntikan saja.

Mengingat persetujuan pendaftaran bersyarat telah diberikan untuk kedua vaksin Corona tersebut, Dr Noor Hisham menegaskan masih dibutuhkan informasi soal kualitas, keamanan dan efikasi vaksin untuk dipantau dan dievaluasi berdasarkan data terbaru.

"Ini untuk memastikan bahwa manfaat atas risiko vaksin itu positif," tegasnya.

Ditambahkan Dr Noor Hisham bahwa pemerintah akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Corona melalui pengadaan pasokan vaksin yang telah dievaluasi kualitasnya, keamanannya dan efektivitasnya oleh NPRA dan disetujui oleh DCA.

Dia menyatakan bahwa pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan warga Malaysia mencapai herd immunity sesuai dengan Program Imunisasi Nasional. (***)

Sumber: news.detik.com