LIVE NEWSROOM 13.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%Polres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic CenterEvi Juliana SE MM Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pimpin Kader Menuju KemenanganKembangkan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru di Rumah Warga Kunto Darussalam

Penurunan ODP di Kampar Kiri Mengalami Penurunan Jika Masyarakat Cerdas

Penurunan ODP di Kampar Kiri Mengalami Penurunan Jika Masyarakat Cerdas
AKP Tri Budiyanto

HandalNews Riau, Kampar - Musibah Covid 19  yang terjadi saat ini banyak membuat pengaruh dari segala sisi kehidupan masyarakat. Kali ini Polsek Kampar yang di komandoi oleh AKP Tri Budiyanto menjelaskan kepada tim media selasa(14/4/2020) di kantornya, bahwa wilayah hukumnya mengalami penurunan terkait angka ODP yang sebelumnya wilayah Polsek Kampar terdaftar angka tertinggi untuk daftar covid-19 untuk wilayah Kabupaten Kampar. 

"sebelumnya wilayah kita melalui data yang dikumpulkan ODP berkisar 142, lalu tadi pagi saya dapat info bahwa sudah berkurang menjadi 92. Alhamdulilah berkat sosialisasi dan himbauan yang kita buat bisa membuat perubahan penurunan angka ODP yang di temukan." Jelasnya

Terkait tingkat kriminal yang terjadi selama musibah ini terjadi, Tri Budiyanto juga menjelaskan bahwa tingkat kriminalitas meningkat 50% dari sebelumnya. 

Tindak kriminal yang terjadi kebanyakan berupa pencurian, hal itu ada juga faktor penyebabnya dari kurang lebih 200 narapidana yang dibebaskan di wilayah hukum Kabupaten Kampar kembali ke daerahnya dan juga tidak punya pekerjaan dan kembali lagi melakukan kejahatan. 

"karena Covid-19 ini peningkatan kriminal juga meningkat 50% beberapa faktornya dikarenakan kurang lebih 200 narapidana yang dilepaskan kembali lagi melakukan kejahatannya. Maka dari itu selain kita sosiliasasi kepada masyarakat kita juga memperketat pergerakan kejahatan diluar sana agar tidak ada niat berkesempatan untuk melakukan tindak kriminal" tutupnya (mhy)