LIVE NEWSROOM 28.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan OvercrowdingKapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi,Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik SosialMemperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu adakan acara Tabligh AkbarWarga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Secara VirtualHUT Humas Polri ke-75,Polres Rokan Hulu Gelar Donor Darah,Kumpulkan 34 Kantong Darah untuk KemanusiaanHUT Humas Polri ke-75, Polres Rohul Salurkan Bansos Berupa Sembako untuk Masyarakat Desa Koto TinggiJob Fair Rohul Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Bukti Nyata Janji Kampanye Anton-PotiSigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%DPRD Rokan Hulu Gelar Paripurna Istimewa, Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu

DPRD Riau Tunda Ke Luar Negeri, Anggaran 16 Miliyar Dialihkan Ke Penanganan Corona

DPRD Riau Tunda Ke Luar Negeri, Anggaran 16 Miliyar Dialihkan Ke Penanganan Corona
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan

HandalNews Riau, Pekanbaru- Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Riau, Indra Gunawan Eet mengatakan, anggaran perjalanan dinas Pimpinan dan Anggota DPRD Riau ke luar dialihkan ke anggaran penanggulangan penyebarluasan virus corona di Provinsi Riau. 

"Untuk perjalanan dinas keluar negri, ditunda dulu untuk sementara mengingat persoalan Covid-19 atau corona ini", ungkap Indra Gunawan Eet, Rabu (25/03/2020) saat dihubungi via seluler.

Besar anggaran perjalanan dinas Pimpinan dan Anggota DPRD Riau menelan dana rakyat sebesar 16 Miliar.

Indra Gunawan Eet (IGE) alias Engah IGE juga mengatakan, anggaran pengadaan mobil pimpinan DPRD Riau juga ditunda dulu. 

"Anggaran pengadaan mobil Pimpinan DPRD Riau juga ditunda dulu", sebut Engah IGE.

Anggaran pengadaan mobil dinas Pimpinan DPRD Riau menelan dana rakyat sebesar 10 Miliar.

Untuk Itu, agaran bantuan Covid-19 tidak disalah gunakan, sebab KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menegaskan hukuman mati,  sebagaiamana dilansir dari Kumparan, Rabu (25/03/2020).

Pemerintah terus memprioritaskan penangkalan wabah virus corona. Untuk itu, pemerintah memberikan alokasi anggaran khusus untuk penanganan untuk virus asal China ini.

Alokasi anggaran tersebut, nantinya akan dibantu KPK sebagai lembaga independen akan diawasi aliran dana untuk penanggulangan virus corona hingga memberikan hukuman mati bagi koruptor.

(RMI)