LIVE NEWSROOM 28.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Bupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic CenterEvi Juliana SE MM Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pimpin Kader Menuju KemenanganKembangkan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru di Rumah Warga Kunto DarussalamKejar target Rampung Bupati Anton Tinjau Langsung Pekerjaan MPP RohulLapas Pasir Pangarayan Gelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama Perkuat Pembinaan Kepribadian dan Kepedulian LingkunganSurambi Nogori Wabup Rohil Bahas Masa Depan Petani Dan PeternakBupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir Ekstasi

Ribuan Warga Saksikan Sekdes Mengamuk di Balai Adat Rantau Kasai

Ribuan Warga Saksikan Sekdes Mengamuk di Balai Adat Rantau Kasai

HandalNews,Riau, Rohul ||– Suasana kegiatan pengalokasian hasil tanah ulayat anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai mendadak ricuh setelah seorang oknum aparatur desa diduga mengamuk di tengah acara yang dihadiri ribuan masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Rantau Kasai terkait pembagian hasil tanah ulayat yang dikelola melalui PT Rantau Kasai Grup (RKG) pada Minggu (15/03/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, seorang oknum Sekretaris Desa Tambusai Utara berinisial AM, yang juga diketahui menjabat sebagai Hulubalang suku, diduga tiba-tiba menunjukkan sikap emosional di awal acara.

Oknum tersebut dilaporkan menggebrak dan membalikkan meja hingga dua kali di tengah forum adat yang sedang berlangsung.

Akibat kejadian tersebut, seorang anak kecil dilaporkan mengalami luka di bagian kepala, karena berada tidak jauh dari lokasi saat insiden terjadi.

Kejadian itu terjadi di hadapan ribuan anak kemenakan adat Melayu Rantau Kasai yang datang menghadiri kegiatan pembagian hasil tanah ulayat tersebut.

Sejumlah warga yang hadir menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang aparatur desa, terlebih kegiatan tersebut berlangsung di balai adat yang seharusnya menjadi tempat musyawarah dan penyelesaian persoalan secara bijak.

“Sangat tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Di depan ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, sampai membuat orang ketakutan,” ujar seorang warga perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, kejadian tersebut semakin disayangkan karena terjadi di bulan suci Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri dan menjaga sikap.
“Ini bulan puasa Ramadan, sebentar lagi Lebaran. Seharusnya bisa menahan diri. Apalagi ini di balai adat, tempat menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan dengan amarah,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai pemicu kemarahan oknum tersebut, dan pihak terkait juga belum memberikan klarifikasi atas insiden yang terjadi di tengah kegiatan adat tersebut.

Masyarakat berharap peristiwa tersebut dapat segera disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat adat Rantau Kasai.