LIVE NEWSROOM 09.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Polres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic CenterEvi Juliana SE MM Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pimpin Kader Menuju KemenanganKembangkan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru di Rumah Warga Kunto DarussalamKejar target Rampung Bupati Anton Tinjau Langsung Pekerjaan MPP Rohul

Lakukan Reses Ke Kabupaten Inhil, Ini Harapan Masyarakat Kepada Septina Primawati

Lakukan Reses Ke Kabupaten Inhil, Ini Harapan Masyarakat Kepada Septina Primawati

HandalNews Riau, Inhil- Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Indragiri Hilir (Inhil) Septina Primawati, kembali turun melakukan reses guna menyerap aspirasi atau permintaan dari masyarakat kabupaten setempat.

Dari beberapa permintaan yang disampaikan masyarakat kepada Septina, ada tiga yang paling sentral, pertama dangkalnyaSungai Reteh sehingga mengakibatkan beberapa desa mengalami banjir. Kedua persoalan buruknya kondisi ruas jalan provinsi dari Kecamatan Kemuning ke Kecamatan Keritang. Ketiga adanya kebun kebun masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Masyarakat berharap ada upaya untuk mengatasi banjir. Terutama daerah Kemuning dan Keritang, yang menjadi langganan banjir karena dangkalnyaSungai Reteh, terlebih saat hujan, air sungai meluap. Masyarakat minta dilakukan normalisasi sungai," kata Septina.

Kemudian, dalam persoalan jalan antara Kecamatan Kemuning sampai ke Kecamatan Keritang terdapat 11 kilometer dengan kondisi yang buruk. "Dua kecamatan ituberada di ruas jalan provinsi, sangat buruk sekali," katanya lagi.

Selanjutnya, Anggota Komisi I DPRD Riau ini mengatakan masyarakat juga mengeluhkan karena perkebunan mereka masuk dalam kawasan hutan lindung. Alhasil, jika masyarakat ingin membuka usaha, susah untuk mendapatkan izin.

"Mereka minta kepada pemerintah agar ditinjau kembali, karena mereka sudah hidup puluhan tahun disana. Saya akan sampaikan hal ini kepada pimpinan dan gubernur," tutur Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau ini dilansir dari riau.antaranews.com.

Terkait permintaan masyarakat tersebut dan permintaan lainnya seperti bibit dan pupuk, Rumah Layak Huni (RLH), renovasi kantor desa, jalan penghubung, perpustakaan desa, ketrampilan untuk perempuan dan modalnya, ambulans desa dan lain lainnya, Septina mengaku akan diperjuangkan masuk dalam pokok-pokok pikirannya sebagai Anggota DPRD Riau.(red)