LIVE NEWSROOM 25.08.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Mitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker “No Smoking” dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan HuluSPRI Rokan Hulu Berbagi di Dua Panti Asuhan, Semarakkan HUT RI ke-81 dengan KepedulianRapat Anggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan Bahas Agenda Kemajuan KoperasiKakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Lapas Pasir Pangarayan, Tekankan Disiplin dan Zero HALINARLapas Pasir Pangarayan Tegaskan Komitmen Berantas Pelanggaran, Bantah Dugaan Praktik IlegalMenembus Batas Keterbatasan: Langkah Berani Bupati Anton Gandeng PT SMI demi RSUD dan MPP Rokan HuluSutan Mahmud Dinobatkan Perkuat Adat Di RambahKejari Rohul Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana Umum yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap

Lakukan Reses Ke Kabupaten Inhil, Ini Harapan Masyarakat Kepada Septina Primawati

Lakukan Reses Ke Kabupaten Inhil, Ini Harapan Masyarakat Kepada Septina Primawati

HandalNews Riau, Inhil- Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Indragiri Hilir (Inhil) Septina Primawati, kembali turun melakukan reses guna menyerap aspirasi atau permintaan dari masyarakat kabupaten setempat.

Dari beberapa permintaan yang disampaikan masyarakat kepada Septina, ada tiga yang paling sentral, pertama dangkalnyaSungai Reteh sehingga mengakibatkan beberapa desa mengalami banjir. Kedua persoalan buruknya kondisi ruas jalan provinsi dari Kecamatan Kemuning ke Kecamatan Keritang. Ketiga adanya kebun kebun masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Masyarakat berharap ada upaya untuk mengatasi banjir. Terutama daerah Kemuning dan Keritang, yang menjadi langganan banjir karena dangkalnyaSungai Reteh, terlebih saat hujan, air sungai meluap. Masyarakat minta dilakukan normalisasi sungai," kata Septina.

Kemudian, dalam persoalan jalan antara Kecamatan Kemuning sampai ke Kecamatan Keritang terdapat 11 kilometer dengan kondisi yang buruk. "Dua kecamatan ituberada di ruas jalan provinsi, sangat buruk sekali," katanya lagi.

Selanjutnya, Anggota Komisi I DPRD Riau ini mengatakan masyarakat juga mengeluhkan karena perkebunan mereka masuk dalam kawasan hutan lindung. Alhasil, jika masyarakat ingin membuka usaha, susah untuk mendapatkan izin.

"Mereka minta kepada pemerintah agar ditinjau kembali, karena mereka sudah hidup puluhan tahun disana. Saya akan sampaikan hal ini kepada pimpinan dan gubernur," tutur Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau ini dilansir dari riau.antaranews.com.

Terkait permintaan masyarakat tersebut dan permintaan lainnya seperti bibit dan pupuk, Rumah Layak Huni (RLH), renovasi kantor desa, jalan penghubung, perpustakaan desa, ketrampilan untuk perempuan dan modalnya, ambulans desa dan lain lainnya, Septina mengaku akan diperjuangkan masuk dalam pokok-pokok pikirannya sebagai Anggota DPRD Riau.(red)