LIVE NEWSROOM 01.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan HuluPenurunan Bendera Merah Putih di HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesSPRI Rokan Hulu Berbagi di Dua Panti Asuhan, Semarakkan HUT RI ke-81 dengan KepedulianRapat Anggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan Bahas Agenda Kemajuan KoperasiKakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Lapas Pasir Pangarayan, Tekankan Disiplin dan Zero HALINARLapas Pasir Pangarayan Tegaskan Komitmen Berantas Pelanggaran, Bantah Dugaan Praktik Ilegal

Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi Langsung, Luhut Pandjaitan Menyampaikan Hal Ini

Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi Langsung, Luhut Pandjaitan Menyampaikan Hal Ini
Luhut Binsar Pandjaitan

Handalnews Riau, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sebuah hal yang mengejutkan.

Presiden Joko Widodo baru saja memecat seorang pejabat PT. Pertamina (Persero) secara langsung.

Menurut penuturannya, Jokowi langsung ambil tindakan lantaran pejabat tersebut sudah keterlaluan dalam mengambil kebijakan.

Alasan pemecatan tersebut terkait dengan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek Pertamina terutama pipa.

“Pertamina itu ngawurnya minta ampun, masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia,” terangnya, Selasa (9/3/2021).

Luhut sendiri membeberkan hal tersebut ketika Rakernas Penguatan Ekonomi Inovasi Teknologi BPPT 2021.

Namun sayangnya, Luhut tidak menjelaskan lebih rinci siapa nama pejabat tersebut.

Selanjutnya, Luhut menyebutkan pentingnya nasionalisme dan sangat menyayangkan perbuatan pejabat yang abai terhadap kepentingan dalam negeri.

“Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekedar gini (uang) saja,” tuturnya.

Padahal, menurut Luhut, pentingnya penggunaan TKDN adalah untuk mendukung pembukaan lapangan pekerjaan. (***)

Sumber: Nesiatimes.com