LIVE NEWSROOM 16.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Sigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic Center

Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi Langsung, Luhut Pandjaitan Menyampaikan Hal Ini

Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi Langsung, Luhut Pandjaitan Menyampaikan Hal Ini
Luhut Binsar Pandjaitan

Handalnews Riau, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sebuah hal yang mengejutkan.

Presiden Joko Widodo baru saja memecat seorang pejabat PT. Pertamina (Persero) secara langsung.

Menurut penuturannya, Jokowi langsung ambil tindakan lantaran pejabat tersebut sudah keterlaluan dalam mengambil kebijakan.

Alasan pemecatan tersebut terkait dengan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek Pertamina terutama pipa.

“Pertamina itu ngawurnya minta ampun, masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia,” terangnya, Selasa (9/3/2021).

Luhut sendiri membeberkan hal tersebut ketika Rakernas Penguatan Ekonomi Inovasi Teknologi BPPT 2021.

Namun sayangnya, Luhut tidak menjelaskan lebih rinci siapa nama pejabat tersebut.

Selanjutnya, Luhut menyebutkan pentingnya nasionalisme dan sangat menyayangkan perbuatan pejabat yang abai terhadap kepentingan dalam negeri.

“Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekedar gini (uang) saja,” tuturnya.

Padahal, menurut Luhut, pentingnya penggunaan TKDN adalah untuk mendukung pembukaan lapangan pekerjaan. (***)

Sumber: Nesiatimes.com