LIVE NEWSROOM 01.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan HuluPenurunan Bendera Merah Putih di HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesSPRI Rokan Hulu Berbagi di Dua Panti Asuhan, Semarakkan HUT RI ke-81 dengan KepedulianRapat Anggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan Bahas Agenda Kemajuan KoperasiKakanwil Ditjenpas Riau Tinjau Lapas Pasir Pangarayan, Tekankan Disiplin dan Zero HALINARLapas Pasir Pangarayan Tegaskan Komitmen Berantas Pelanggaran, Bantah Dugaan Praktik Ilegal

Kesbangpol Riau diwakili Kaban Menghadiri Seminar FPK Provinsi Riau

Kesbangpol Riau diwakili Kaban Menghadiri Seminar FPK Provinsi Riau
Kaban Kesbangpol Riau

Handalnews Riau, Pekanbaru -  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Riau, Kaharuddin menghadiri seminar yang ditaja oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, di Hotel Aryaduta, Selasa (1/12/2020).

Tema yang diusung dalam seminar tersebut adalah "Budaya sebagai kunci kejayaan". Kaban Kesbangpol Riau ini mengatakan berdasarkan sejarah, budaya merupakan yang mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku etnis ras dan agama.

"Tentunya kebudayaan mengalami proses dan kurun waktu yang amat panjang yang dapatkan kita rasakan hingga saat ini," katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa letak geografis provinsi Riau yang sangat strategis dan potensial sumber daya alam yang dimiliki serta keberagaman penduduk yang multikultural majemuk dan beraneka ragam ras dan suku bangsa.

"Kemajemukan dan beraneka ragam ras di Riau sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan masyarakat provinsi Riau dalam keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan," ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Riau dengan kemajemukan dan  keanekaragaman kebudayaannya perlu disyukuri. Serta perlu diupayakan untuk dikelola agar hidup damai di tengah kemajemukan dan keanekaragaman dengan menerima dan menghargai perbedaan.

"Kemajemukan dan keanekaragaman dapat menimbulkan berbagai akses negatif seperti benturan masyarakat dengan kebudayaan lokal, namun langkah paling baik bagi kita menerima dan menghargai perbedaan," tuturnya.

Kaharuddin mengharapkan melalui seminar yang mengusung tema kebudayaan ini dapat memberikan edukasi tentang nilai-nilai dan sendi-sendi kehidupan bernegara dan juga dalam perspektif kebudayaan bangsa Indonesia secara umum dan masyarakat di provinsi Riau secara khususnya terkait keberagaman ras dan agama yang ada di provinsi Riau.

"Jadikan perbedaan sebagai sebuah anugerah dengan dalil yang menyatakan hakikat manusia itu sama yakni dari unsur ibu dan ayah," tutupnya. (***)

Sumber: mediacenter.riau.go.id