LIVE NEWSROOM 16.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Sigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic Center

VIRAL Guru Garis Depan, Gendong Bayi Taklukan Jalanan Berlumpur

VIRAL Guru Garis Depan, Gendong Bayi Taklukan Jalanan Berlumpur

Handalnews - Foto seorang guru yang menggendong bayinya di jalanan berlumpur menuju SMP Negeri 4 Pante Bidari, di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur banyak dibagikan di media sosial.

Foto tersebut diketahui dipotret pada akhir 2019 lalu, dan baru heboh setelah diunggah oleh akun facebook @atjehtimeline.

Melansir dari kompascom, Kepala sekolah SMP Negeri 4 Pante Bidadari, Islahuddin mengungkapkan, foto viral itu benar seorang guru, namanya Husnul Khatimah. Husnul Khatimah berjalan ke sekolah bersama suami dan anaknya.

Guru tersebut berstatus sebagai guru garis depan angkatan kedua asal Meulaboh, Aceh Barat.

“Ketika musim hujan memang begitulah kondisi jalan menuju sekolah. Penuh lumpur dan sulit dilalui,” kata Islahuddin yang menjabat sejak 2016 tersebut.

Kalau naik mobil baru bisa itu mobil doble cabin,” lanjutnya.

Saat ini, SMP Negeri 4 Pante Bidadari memiliki 52 pelajar dari tiga desa yaitu Desa Sijudo, Saragala, dan Sijuk, Kecamatan Pante Bidari.

Jumlah itu diajar oleh 17 guru, 11 diantaranya berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Cerita perjuangan guru di pedalaman berbatasan langsung dengan hutan itu belum usai di jalan rusak.

Mereka harus rela menginap di sekolah jika musim penghujan tiba.

Pasalnya, jalan rusak membuat guru tak bisa menuju sekolah.

Jarak antara jalan raya Medan-Banda Aceh menuju sekolah itu tiga jam naik sepeda motor. Kondisi jalan berkubang dan berlubang.

Kalau musim hujan kami nginap di sekolah,” kata Islahuddin.

“Ada satu rumah dinas guru kita sulap jadi kamar, para guru lajang masing-masing satu kamar, satu untuk wanita, satu untuk pria.”

“Kalau guru berkeluarga dan ada anak bayi, diberi satu kamar lagi.”

Progres perbaikan jalan,Dia menyebutkan, kondisi itu dilakukan untuk tetap bisa mengajar.

 

 

 

Sumber: Infokemendikbud