LIVE NEWSROOM 30.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Tinjau Pelayanan BPJS, Komisi V DPRD Kunjungi RSUD Rokan HuluLapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan OvercrowdingKapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi,Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik SosialMemperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu adakan acara Tabligh AkbarWarga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Secara VirtualHUT Humas Polri ke-75,Polres Rokan Hulu Gelar Donor Darah,Kumpulkan 34 Kantong Darah untuk KemanusiaanHUT Humas Polri ke-75, Polres Rohul Salurkan Bansos Berupa Sembako untuk Masyarakat Desa Koto TinggiJob Fair Rohul Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Bukti Nyata Janji Kampanye Anton-PotiSigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%

Untuk Melestarikan Budaya Dari Kepunahan, Bupati Pati Buka Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Untuk Melestarikan Budaya Dari Kepunahan, Bupati Pati Buka Gerakan Seniman Masuk Sekolah

 

Jawa Tengah :membacabangsa.co.id-
Pembukaan Pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) berlangsung di Pusat Kuliner Pati, Selasa sore (19/11) oleh Bupati Pati Haryanto.

Bupati Pati Haryanto yang hadir guna membuka acara itu mengatakan bahwa GSMS terlaksana di Kabupaten Pati tidak hanya kali ini saja namun ini merupakan tahun yang ketiga. Pementasan GSMS sendiri, akan diselenggarakan 19-23 November 2019.

Bupati mengungkapkan, keberadaan GSMS tidak hanya mengembangkan seni budaya saja namun juga berguna membangun karakter budi pekerti melalui seni budaya.
"Juga untuk melestarikan menguri – uri budaya adiluwung yang barangkali tidak dikenal oleh masyarakat. Sehingga melalui pementasan oleh anak-anak ini dapat dikenal masyarakat luas," imbuhnya.

Bupati menyebut bahwa kegiatan GSMS ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dari lini bawah, bottom up, bukan top down. Menurutnya apabila dari lini bawah, dapat bertahan lama atau langgeng sedangkan kalau dari atas hanya mampu bertahan sebentar.
"Jumlah anak yang terhimpun dalam seni budaya ini lebih dari seribu. Itu baru tahun ini, belum tahun – tahun sebelumnya, berarti mengalami peningkatan," ujar Haryanto.

Bupati juga menegaskan bahwa dengan terselenggaranya GSMS ini, juga sebagai upaya dalam mengantisipasi punahnya seni budaya yang ada. Bahkan ia mengungkapkan bahwa terdapat anggaran yang sudah teralokasikan untuk pentas seni budaya. Mulai dari wayang, ketoprak, tayub dan berbagai macam seni lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto mengatakan Penerapan GSMS ada pada ekstrakurikuler di dalam sekolah. Diharapkan dalam ektrakurikuler yang di dalamnya terselip GSMS, para siswa maupun warga sekolah dapat menyerap langsung pengetahuan dan ketrampilan dari seniman.

"Antara pihak sekolah dan pihak seniman untuk bersinergi melaksanakan pelatihan seni budaya terhadap para generasi muda yang tidak lain adalah para siswa siswi yang belajar di sekolahnya," jelas Winarto.

Dari pelaksanaan GSMS ini, lanjut Winarto, para siswa bisa mengerti tentang kesenian, paham, serta dapat mengapresiasi seni-seni sendiri maupun seni dari daerah lain.

"Selain itu agar bisa menguri – uri, bisa menjaga dan mengembangkan budaya kita. Sebab sebagaimana yang kita ketahui bahwa budaya ada sejak dari zaman leluhur kita. Yang mana budaya tersebut, memiliki nilai – nilai tinggi. Oleh karena itu, sudah sewajarnya agar seni budaya dikenal generasi muda, dilestarikan serta dikembangkan,"pungkasnya. (Nor Kholiq)