LIVE NEWSROOM 09.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Bupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir Ekstasi

Dirut RSUD Rohul Klarifikasi: Serum Anti Bisa Ular Tersedia, Pasien Dirujuk ke RS Insani

Dirut RSUD Rohul Klarifikasi: Serum Anti Bisa Ular Tersedia, Pasien Dirujuk ke RS Insani

HandalNews Riau, Rohul|| Direktur Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu dr. Zuldi Afki, Sp.P buka suara menanggapi pemberitaan viral terkait kekosongan Serum Anti Bisa Ular. Ia memastikan serum tersebut sebenarnya tersedia pada malam kejadian.

Kejadian terjadi pada minggu, 31 Mei 2026 malam. Menurut dr. Zuldi, keterlambatan pemberian serum disebabkan layanan farmasi gudang di Dinas Kesehatan yang tutup. Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi cepat dengan RS Insani yang memiliki stok serum.

“Sebelum dirujuk, UGD telah melakukan tindakan pertolongan pertama kepada pasien sesuai prosedur,” ujar dr. Zuldi Afki, Sp.P kepada wartawan, Rabu 3/6/2026.

Humas RSUD Rohul Sogiren, SKM., MM menambahkan, langkah rujukan ke RS Insani diambil agar penanganan bisa lebih cepat karena serum tersedia di sana. Ia menegaskan sistem rujukan berjalan sesuai SOP kegawatdaruratan.

Dr. Zuldi juga menegaskan RSUD Rohul berkomitmen menjaga ketersediaan obat-obatan esensial termasuk antivenom. Pihaknya telah mengevaluasi sistem stok dan koordinasi dengan Instalasi Farmasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Keluarga pasien yang dirujuk menyatakan memahami keputusan medis tersebut. Mereka mengapresiasi tindakan cepat petugas UGD RSUD Rohul dalam memberikan pertolongan awal sebelum proses rujukan.

Kondisi pasien saat ini dikabarkan sudah membaik dan sehat. Keluarga menyebut pasien sudah bisa beraktivitas seperti biasa setelah mendapat penanganan lanjutan di RS Insani.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus memastikan pelayanan kegawatdaruratan di RSUD Rohul tetap berjalan sesuai standar.