LIVE NEWSROOM 06.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Polres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir EkstasiKalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Rokan Hulu

Kegiatan Skrining Napza Oleh Lapas Rohul Berhasil Dilaksanakan

Kegiatan Skrining Napza Oleh Lapas Rohul Berhasil Dilaksanakan

HandalNews Riau, Rohul | Program rehabilitasi pemasyarakatan tahun anggaran 2025 telah resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan. Usai pembukaan, Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba langsung memerintahkan pada jajaran Klinik Pratama Lapas Pasir Pangarayan untuk melaksanakan Skrining Napza. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Nomor PAS.6-PK.06.05-3131 tanggal 10 Desember 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025.

 
Setelah pembukaan resmi, kegiatan skrining Napza Rehabilitasi langsung dilaksanakan sehari setelahnya kepada 98 warga binaan yang baru masuk mulai dari 0-2 bulan di Lapas Pasir Pangarayan.

 Kegiatan yang dilaksanakan pada (16/1/2025) ini untuk menilai kelayakan dan kesiapan peserta dalam mengikuti program rehabilitasi sosial.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa para peserta benar-benar membutuhkan rehabilitasi dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan".Ujar Kalapas didampingi Kasubsi Perawatan Ariyono. 

 
Lanjut Kalapas, pentingnya proses skrining untuk menentukan kategori ringan sedang dan berat  dalam pelaksanaan program rehabilitasi.


 "Skrining Napza adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan bahwa setiap peserta siap menjalani rehabilitasi dan dapat menjalani proses pemulihan dengan baik. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan mendukung mereka menuju kehidupan yang lebih baik," pungkasnya.

*Humas L'Pasian Bersahabat/Ra