LIVE NEWSROOM 24.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Secara VirtualHUT Humas Polri ke-75,Polres Rokan Hulu Gelar Donor Darah,Kumpulkan 34 Kantong Darah untuk KemanusiaanHUT Humas Polri ke-75, Polres Rohul Salurkan Bansos Berupa Sembako untuk Masyarakat Desa Koto TinggiJob Fair Rohul Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Bukti Nyata Janji Kampanye Anton-PotiSigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

Kegiatan Skrining Napza Oleh Lapas Rohul Berhasil Dilaksanakan

Kegiatan Skrining Napza Oleh Lapas Rohul Berhasil Dilaksanakan

HandalNews Riau, Rohul | Program rehabilitasi pemasyarakatan tahun anggaran 2025 telah resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan. Usai pembukaan, Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba langsung memerintahkan pada jajaran Klinik Pratama Lapas Pasir Pangarayan untuk melaksanakan Skrining Napza. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Nomor PAS.6-PK.06.05-3131 tanggal 10 Desember 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025.

 
Setelah pembukaan resmi, kegiatan skrining Napza Rehabilitasi langsung dilaksanakan sehari setelahnya kepada 98 warga binaan yang baru masuk mulai dari 0-2 bulan di Lapas Pasir Pangarayan.

 Kegiatan yang dilaksanakan pada (16/1/2025) ini untuk menilai kelayakan dan kesiapan peserta dalam mengikuti program rehabilitasi sosial.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa para peserta benar-benar membutuhkan rehabilitasi dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan".Ujar Kalapas didampingi Kasubsi Perawatan Ariyono. 

 
Lanjut Kalapas, pentingnya proses skrining untuk menentukan kategori ringan sedang dan berat  dalam pelaksanaan program rehabilitasi.


 "Skrining Napza adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan bahwa setiap peserta siap menjalani rehabilitasi dan dapat menjalani proses pemulihan dengan baik. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan mendukung mereka menuju kehidupan yang lebih baik," pungkasnya.

*Humas L'Pasian Bersahabat/Ra