LIVE NEWSROOM 09.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Bupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir Ekstasi

Tersisa 4 Hari Lagi, Pelamar PPPK Pemprov Riau Masih 2.093 Orang

Tersisa 4 Hari Lagi, Pelamar PPPK Pemprov Riau Masih 2.093 Orang
Ilustrasi pendaftar PPPK

HandalNews Riau, Pekanbaru - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau masih menerima berkas pendaftaran pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov Riau hingga 20 Oktober mendatang.

Namun, hingga hari ini, Rabu (16/10/2024), jumlah pelamar PPPK di lingkungan Pemprov Riau tersebut masih tergolong sepi. Padahal waktu tersisa hanya empat hari lagi.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Riau, Endy Novelly menyebutkan jumlah pelamar belum menyentuh setengah dari kuota yang disediakan.

"Belum setengahnya. Dari kuota 6.360 yang tersedia, baru 2.093 peserta yang melamar," kata Endy Novelly, Rabu (16/10/2024).

Pelamar tersebut terbagi atas 1.739 orang tenaga teknis, 345 orang tenaga pendidik dan 9 orang tenaga kesehatan.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya menduga masih minimnya pendaftar PPPK di lingkungan Pemprov Riau karena para calon pelamar masih mempelajari dan memastikan persyaratan yang diperlukan sebelum memasukkan berkas pendaftaran.

"Para pelamar mungkin masih mempelajari dan mencari informasi dan juga ingin memastikan jabatan yang dilamar. Karena kami juga sudah mewanti-wanti kepada kawan-kawan bahwa dalam seleksi administrasi ini harus betul-betul di cek syaratanya," ujarnya.

Kehati-hatian tersebut menurutnya penting. Karena jika nantinya terjadi kesalahan dalam memasukkan syarat administrasi, maka akan dinyatakan gagal. Dan konsekuensinya akan gagal menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kalau sudah salah, maka akan gagal semua. Karena tahun 2025 itu tidak akan ada lagi tenaga non ASN itu. Jadi mungkin itu yang menjadi perhatian teman-teman pelamar. Karena waktu pendaftaran juga masih hingga 20 Oktober mendatang," sebutnya. (*)