LIVE NEWSROOM 24.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad Secara VirtualHUT Humas Polri ke-75,Polres Rokan Hulu Gelar Donor Darah,Kumpulkan 34 Kantong Darah untuk KemanusiaanHUT Humas Polri ke-75, Polres Rohul Salurkan Bansos Berupa Sembako untuk Masyarakat Desa Koto TinggiJob Fair Rohul Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Bukti Nyata Janji Kampanye Anton-PotiSigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

Tersisa 4 Hari Lagi, Pelamar PPPK Pemprov Riau Masih 2.093 Orang

Tersisa 4 Hari Lagi, Pelamar PPPK Pemprov Riau Masih 2.093 Orang
Ilustrasi pendaftar PPPK

HandalNews Riau, Pekanbaru - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau masih menerima berkas pendaftaran pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov Riau hingga 20 Oktober mendatang.

Namun, hingga hari ini, Rabu (16/10/2024), jumlah pelamar PPPK di lingkungan Pemprov Riau tersebut masih tergolong sepi. Padahal waktu tersisa hanya empat hari lagi.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Riau, Endy Novelly menyebutkan jumlah pelamar belum menyentuh setengah dari kuota yang disediakan.

"Belum setengahnya. Dari kuota 6.360 yang tersedia, baru 2.093 peserta yang melamar," kata Endy Novelly, Rabu (16/10/2024).

Pelamar tersebut terbagi atas 1.739 orang tenaga teknis, 345 orang tenaga pendidik dan 9 orang tenaga kesehatan.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya menduga masih minimnya pendaftar PPPK di lingkungan Pemprov Riau karena para calon pelamar masih mempelajari dan memastikan persyaratan yang diperlukan sebelum memasukkan berkas pendaftaran.

"Para pelamar mungkin masih mempelajari dan mencari informasi dan juga ingin memastikan jabatan yang dilamar. Karena kami juga sudah mewanti-wanti kepada kawan-kawan bahwa dalam seleksi administrasi ini harus betul-betul di cek syaratanya," ujarnya.

Kehati-hatian tersebut menurutnya penting. Karena jika nantinya terjadi kesalahan dalam memasukkan syarat administrasi, maka akan dinyatakan gagal. Dan konsekuensinya akan gagal menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kalau sudah salah, maka akan gagal semua. Karena tahun 2025 itu tidak akan ada lagi tenaga non ASN itu. Jadi mungkin itu yang menjadi perhatian teman-teman pelamar. Karena waktu pendaftaran juga masih hingga 20 Oktober mendatang," sebutnya. (*)