LIVE NEWSROOM 09.09.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Bupati Anton Panen Bersama Petani Rambah Baru Bukti Nyata Ketahanan Pangan RohulPolres Rohul Bersama Kejaksaan dan Pengadilan Musnahkan 961,5 Gram Sabu dan 229 Butir EkstasiLapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung RasaPenuh Keakraban dan Kekeluargaan, Polres Rohul dan DPC SPRI Berbagi Bansos di Desa Suka Maju, Semarak Maulid Nabi dan HUT Polwan ke-78Turnamen Mini Soccer Kajari Cup Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaTurnamen Cup Mini Soccer Kejari Rokan Hulu 2026 Resmi DibukaPeduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap,Polres Rohul dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna JalanAtas Arahan Bupati Disdikpora Rokan Hulu Keluarkan Surat EdaranMitigasi Kebakaran, Lapas Pasir Pangarayan Pasang Stiker No Smoking dan Tetapkan Smoking AreaPolres Rohul Gelar Press Release, Bandar Narkotika di Rambah Ditangkap dengan Sabu 1,03 Kilogram dan 246 Butir Ekstasi

Konflik Harimau Sumatera

Pekerja Hampir Tewas Diterkam Harimau Saat Bekerja di PT SPA Inhil

Pekerja Hampir Tewas Diterkam Harimau Saat Bekerja di PT SPA Inhil

PEKANBARU - Konflik harimau sumatera kembali terjadi di kawasan perusahaan akasia di Riau. Kali ini dialami Arif, salah satu pekerja bagian penanaman PT Satria Perkasa Agung (SPA).

Beruntung Arif selamat, meski mengalami luka di tangan akibat diterkam raja hutan tersebut di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

"Kejadiannya, sekitar pukul 00.30 WIB, saat itu korban tidur di camp, tiba-tiba diserang harimau," ujar Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Andri Hansen Siregar Jumat (6/1).

Andri menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/1), di areal perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT SPA. Korban merupakan seorang pekerja bagian penanaman di perusahaan tersebut.

Ketika itu, korban bersama temannya sesama pekerja, Dimas berada di camp. Dimas mendengar korban menjerit. Lalu dia menuju tempat tidur Arif.

Dimas kaget melihat seekor harimau berlari ke luar camp. Kemudian Dimas mengecek Arif di dalam camp. Arif ditemukan dengan kondisi terluka akibat diterkam harimau.

"Arif mengalami luka cukup parah di bagian tangan kanan," kata Andri.

Khawatir harimau akan datang kembali, akhirnya Dimas membawa Arif keluar dari kawasan itu menuju klinik Desa Pulau Muda.

Sesampai di klinik, korban mendapat pertolongan pertama. Kemudian, korban dirujuk ke rumah sakit di Sorek, Kabupaten Pelalawan karena lukanya cukup parah.

Andri mengaku sudah memasang kamera trap untuk memastikan satwa yang menerkam pekerja tersebut. Perusahaan akasia itu juga diperingatkan agar berhenti beraktivitas di lokasi.

"Kita meminta PT SPA agar menghentikan aktivitas di lokasi," pungkas Andri.

Sumber: darsa
Tag berita