LIVE NEWSROOM 16.10.2026 Berita • Fakta • Perspektif
Inspirasi Anak Bangsa
BREAKING
Sigap, Satlantas Polres Rohul Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Kilo Meter 4Kabar Baik Di Hari Jadi Ke 27 Rohul Bupati Anton Ekonomi Tumbuh 6,79%LAMR Rohul Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati dan Wakil BupatiPolres Rohul Bersama Baznas Resmikan Rumah Layak Huni di Rambah Hilir Wujud Nyata Polisi Bersama MasyarakatLapas Pasir Pangarian Bentuk Tim Pencarian Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dan Berkordinasi Dengan Aparat Penegak HukumKejari Rokan Hulu Musnahkan Barang Bukti 78 Perkara yang Sudah Berkekuatan Hukum TetapDR.Achmad M.Si Anggota DPR RI/MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Gandeng Generasi MudaBupati Anton Hadiri Wisuda XXV Universitas Pasir Pengaraian Di Islamic CenterDPC Demokrat Rohul Gelar Donor Darah di HUT ke-25 Partai DemokratBupati Rohul Diwakili Staf AhliI Wisuda XXV Universitas Pasir Pangaraian Di Islamic Center

Pesawat F 16 Skadron Udara 16/RSN Latihan Rutin Sambil Pantau Karhutla

Pesawat F 16 Skadron Udara 16/RSN Latihan Rutin Sambil Pantau Karhutla

HandalNews Riau, Pekanbaru - Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Marsma TNI Andi Kustoro mengatakan, Pesawat tempur Indonesia F-16 dari Skadron Udara 16/Rydder, menemukan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Koto Tuo, Kampar dalam sesi latihan rutin yang digelar di langit Bumi Lancang Provinsi Riau, Rabu (21/7/21).

Pemantaun tersebut bekerjasama dengan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru guna menentukan koordinat titik api yang terpantau citra satelit.

Kemudian pihak Lanud RSN menyampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau untuk segera ditanggulangi.

"Area yang dipantau meliputi seluruh wilayah udara Provinsi Riau, yang juga menjadi area latihan terbang bagi Pesawat Tempur TNI Angkatan Udara," ungkapnya, Kamis (22/7/21).

Dijelaskan Danlanud, posisi Karhutla yang terpantau oleh pesawar F-16 terjadi di 90 KM arah barat dari Kota Pekanbaru, tepatnya di Koto Tuo, Kampar.

Hasil pantauan Karhutla dari pesawat F-16 tersebut langsung dilaporkan ke Satgas Karhutla, selanjutnya ditinjaklanjuti oleh Bidang Operasi Udara, dengan mengirimkan Helly untuk melaksanakan water bombing ke lokasi titik api dan dikolaborasikan dengan tim darat dari TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni dan Sukarelawan yang melaksanakan pemadaman dari darat.

Tidak hanya sebagai koordinator pengerahan satgas udara BNPB tetapi juga dengan mengerahkan kekuatan unsur-unsur tempurnya yang terbang di Langit Lancang Kuning.

"Ini adalah bukti nyata bahwa peran Lanud RSN dalam penanggulangan Karhutla sangat penting," ujarnya.

"Kami sebagai kekuatan penuh di udara akan selalu mengamankan wilayah udara Indonesia dari setiap ancaman dan gangguan, termasuk salah satunya Karhutla," ujarnya lagi.

Ia menegaskan, dan mengajak, bahwa untuk penanganan Karhutla di Riau harus menjadi perhatian seluruh warga Riau, tidak hanya aparatur negara.

"Kita tidak ingin hutan Riau kembali terbakar dan kita semua berharap udara Riau terbebas dari bahaya asap Karhutla," pungkasnya lagi.